SEJARAH DESA DURIAN SEBATANG
Menurut cerita tetua Desa bahwa asal mula dinamakan Desa Durian Sebatang pada zaman nenek moyang dahulu datang dari Besemah Pagar Alam. Ketiga Nenek Moyang datang ke Kedurang, ketiga orang ini sama-sama merintis, didalam perjalanan bertemu sebatang pohon durian yang sangat besar sehingga salah satu Moyang tersebut menyatakan bahwa akan menetap disini untuk membentuk sebuah dusun yang dinamakan Dusun Durian Sebatang. Salah satu Moyang tersebut mendirikan Dusun lawang agung di sebelah Dusun Durian sebatang yang dahulunya merupakan Bakal/Jalan Gajah-gajah yang sangat lebar. Salah seorang lagi Mendirikan dusun yang jarak yang agak jauh dari kedua Moyang tersebut yaitu Penindaian Dusun Penindaian.
Pada masa penjajahan Belanda di Desa Durian Sebatang telah dipimpin seorang Depati pertama yaitu Simbad. Pada akhir penjajahan belanda ketika belanda dikalahkan jepang, Pada zaman penjajahan jepang dipimpin Oleh Depati Bernama Gendum. Setelah penjajahan jepang Pemangku Desa/Penggawe digantikan oleh Kuntur. Dan pada zaman tentara berjuang Penggawe Dusun diganti oleh Renang. Kemudian pada Masa Revolosi/PRI diganti Oleh Remang. Setelah itu digantikan Aron, diganti kembali oleh Bansun yang digantikan oleh Medan. Setelah kepemimpinan Depati berubah menjadi Kades dipimpin pertama kali olheh Kades Sumardi. Dimasa kepemimpinan beliau Marga Kedurang berubah Menjadi Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Sehingga Dusun Durian Sebatang berubah menjadi Desa Durian Sebatang yang dipimpin oleh Sumardi (1981-1992). Kepala desa Ke-2 Desa Durian Sebatang dipimpin oleh Imintri (1992-2002), dimasa jabatannya Desa Durian Sebatang Menyandang Predikat Sebagai Desa Teladan (2003), Setelah habis masa jabatan. Kepala Desa dipegang oleh PJS yaitu Suprianto (2003). Periode 2003-2008 dipimpin Oleh Irlanto, Periode 2008-2014 dipimpin oleh Domi Doris. Periode 2015-2021 Dipimpin OlehYulius Hilmawan yang sedang dijabat sekarang ini.




